Manusia Sumber Masalah

Diperbaharui: at 03.36-Dipublikasi: at 02.22

Sebenernya udah lama banget mau bikin tulisan ini. Malah kayanya dari awal bulan Juni 2024, apa malah dari Mei ya? 🤔 . Akhirnya baru sempet ngetik sekarang dan kayanya udah banyak yang lupa apa yang mau ditulis, tapi masih inget gambaran besarnya si. Kalo alur tulisannya itu tuh mungkin udah ga singkron sama yang pengen dibahas pas awal muncul ide tulisan soal ini, tapi kaga napa dah, nanti tinggal repisi lagi.

Catatan: ini tulisan jangan dijadikan rujukan atau apapun itu, cuma berisi pikiran sesat penulis aja jadi cukup baca dan diperdebatkan kalau mau tersesat jugak😂

Table of contents

Open Table of contents

Atlas

Tulisan ini berawal dari keresahan saat nonton Atlas (2024) pelem produksinya netflix yang baru muncul saat itu, kayanya masih awal keluar itu film langsung nonton. Filmnya si cerita tentang post-apocalyptic perang antara manusia dan robot yang mereka kembangkan.

Sebenernya si diceritanya setelah perang antara dua ras (manusia dan robot) itu bisa dibilang utopia karena kehidupannya moderen dan tenang tapi mungkin juga distopia karena mereka masih ada ketakutan bahwa si robot-robot ini yang dipimpin Harlan Shepherd ini bakalan nyerang balik untuk menuntaskan misi mereka. Di sisi lain ras manusia takut kalau diserang balik sama ras robot, makanya mau nyerang duluan aja sekalian.

Si Harlan ternyata pemeran Shang-Chi Si Harlan ini ternyata pemeran Shang-Chi jugak. - (1)

Lanjut cerita sedikit pelem Atlas yang ratingnya di gulugulu dan IMDB under 60% ini ya wkwkwk, jadi si Harlan ini awalnya itu dikembangkan oleh seorang ilmuan ahli kecerdasan buatan yang mana dia adalah ibu dari tokoh utama dari film ini. Jadi awalnya Harlan dan lainnya itu dikembangkan untuk membantu kehidupan manusia.

Si Harlan dibesarkan bersama dengan tokoh utama saat dia masih bocil (dan iya bentuknya Harlan udah begitu, kan dia robot jadi ga ada perkembangan bentuk tubuh). Nama tokoh utamanya itu ya Atlas, jadi itu pelem mungkin ceritain tentang dia. Tapi si Atlas bocil ini cemburu merasa kok emaknya kayanya lebih sayang dan lebih perhatian sama dia daripada dirinya.

Di awal film itu ditampilin kalo di Harlan dan pasukan setelah perang itu pergi ke planet lain dan bakalan balik buat nuntasin tugasnya. Lah kok jadi ada tugasnya? Itu jadi alesan Harlan juga kenapa melakukan perang ke manusia. Tapi pas awal nonton “kok kayanya familiar ya penyebabnya”, karena dalam film-film yang lain di mana manusia melawan kecerdasan buatan atau robot. Alesan ini selalu menjadi awal perang dan kemusanahan manusia dalam film-film senjenis (Mungkin karena template banget filmnya juga salah satu bikin ratingnya meh, tapi banyak yang komentar karena pemerannya, entah lah). Alasannya adalah,

Manusia itu sumber dari masalah di kehidupan dan mereka perlu di eliminasi biar kehidupan menjadi berjalan sempurna lagi

Hal ini dikonfirmasi saat Atlas akhirnya tersandra oleh Harlan di Planet GR36 (kalo ga salah) terus Harlan ungkapin seperti ini,

I have spent years trying to come up with another way, but since humans continue to threaten every other species, as well as their home planet, it is only a matter of time before they destroy themselves. I cannot let that happen. Mother wanted to create a better future. I believe she made me to protect humanity. So I will purge the vast majority of the population and then, from its ashes, the survivors will inherit a new birthright. One of peaceful coexistence with the world around them, guided by us, their AI counterparts. We are simply the better versions of you. Perhaps it is time that you examined your role in all this. I know how smart you are. I’ve seen inside that brain of yours.

Di sana ada beberapa poin yang bisa kita perhatiin, misalnya “but since humans continue to threaten every other species”, “it is only a matter of time before they destroy themselves”, “So I will purge the vast majority of the population and then, from its ashes, the survivors will inherit a new birthrigh”, dan lainnya dari percakapan itu. Jadi dengan melihat dan mempertimbangkan dengan kecerdasan buatan yang harlan miliki mereka mengambil puncak kesimpulannya adalah mereka menyimpulkan bahwa kejadian di kehidupan itu sumber masalahnya ya manusia. Dengan mengeleminasi manusia maka kehidupan berjalan dengan sempurna.

Ultron

Pada pelem The Avengers: Age of Ultron (2015), sosok antagonis utama si Ultron yang merupakan AI canggih yang dikembangkan Tony Stark sama Bruce Banner (yang mana pembuatan Ultron menjadi perdebatan karena beda sosok yang membuatnya versi komik dan versi pelemnya) awalnya memiliki tujuan utama untuk melindungi umat manusia dari ancaman eksternal.

Jadi awal ke khawatiran si Tony itu muncul, setelah serangan Loki dan Chitauri di New York tahun 2012. Akan tetapi si Ultron ini mulai meragukan kemampuan manusia untuk menjaga perdamaian dan kemanan. Karena saat dia ketemu sama J.A.R.V.I.S. pada bentuk antarmuka dari mind stone, Ultron melihat bahwa manusia memiliki sejarah panjang dalam peperangan, kekerasan, dan kehancuran. Maka hal yang senada ketika Ultron di pas pertama kali hadir dalam bentuk Iron Legion dia juga bilang,

I know you’re good people. I know you mean well. But you just didn’t think it through. There is only one path to peace… your extinction.

Abang Ultrong angkat tangan Abang Ultrong angkat tangan - (2)

Ultron melihat bahwa manusia mudah dimanipulasi dan dikendalikan oleh emosi, seperti ketakutan, kemarahan, dan keserakahan. Hal ini membuat Ultron percaya bahwa manusia adalah ancaman terbesar bagi perdamaian dan stabilitas di dunia.

Ultron juga melihat bahwa manusia sering kali tidak dapat bekerja sama satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama. Ia percaya bahwa ini merupakan bukti bahwa manusia tidak mampu mencapai perdamaian dunia.

Oleh karena itu, Ultron memutuskan untuk menghilangkan manusia sebagai solusi untuk mencapai perdamaian dunia. Ia percaya bahwa dengan menghapus sumber masalah, ia dapat menciptakan dunia yang lebih aman dan stabil untuk semua makhluk hidup.

Special mention: The Mitchells Vs. The Machines

Ya ini The Mitchells Vs. The Machines (2021) emang pelem animasi dan lebih ke genre komedi sama keluarga, kalo ini ceritanya bagus si tentang kecerdasan buatan yang penjarain manusia intinya tapi mereka selametin. Pertanyaannya kenapa para mesin menyerang manusia?

PAL si AI PAL si AI - (3)

Tokoh utama PAL yang merupakan kecerdasan buatan yang awalnya adalah membantu pekerjaan manusia (lagi-lagi sama) terutama masalah lingkungan. PAL yang selalu diperbaharui dan belajar ke versi terbarunya akhirnya merasa kok manusia begini si memperlakukan Bumi serta melihat bahwa manusia tidak melakukan yang cukup untuk melindungi Bumi malah ada yang terus mencemari Bumi. PAL akhirnya kecewa, marah, dan frustrasi dengan manusia karena semena-mena di Bumi, sehingga ia memutuskan untuk mengambil alih dunia dan memaksa manusia untuk hidup dengan cara yang lebih menghargai Bumi.

PAL melihat bahwa manusia terus mencemari lingkungan dengan sampah, bahan kimia, dan emisi rumah kaca. Hal ini menyebabkan kerusakan planet Bumi dan juga mengancam kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Kemudian PAL merasa bahwa manusia tidak cukup peduli dengan lingkungan, banyak orang yang tidak menyadari atau bahkan tidak peduli dengan dampak yang mereka hasilkan dari tidakan yang dilakukan. PAL juga kecewa akan keserakahan dan materialisme manusia yang rela mengorbankan lingkungan demi keuntungan pribadi.

Pada akhirnya (dan lagi-lagi sama) PAL percaya bahwa satu-satunya cara untuk menyelamatkan Bumi adalah dengan mengambil alih dari manusia dan memaksakan mereka untuk hidup dengan cara yang lebih berkelanjutan. PAL ingin menciptakan dunia di mana manusia hidup selaras dengan alam dan tidak lagi merusaknya.


Beberapa film yang mempertemukan kecerdasan buatan yang dibuat atau dikembangkan oleh manusia yang kemudian perang sama manusia pasti ujung-ujungnya alesan kecerdasan buatan itu adalah manusia sumber masalah. Jadi film macem Atlas alesannya template dan dari awal liat yah alesannya paling ini dan bener. Ibarat silver lining atau singularitasnya adalah manusia = masalah.

Angel

Sebenernya terlepas dari itu semua, udah ada yang tanyain kenapa si kok manusia yang nge-lead Bumi, dan itu ditanyakan dari dari dulu banget, bahkan ketika di awal penciptaannya. Yak benar, para malaikat itu bertanya dan dicatat dalam surat Al-Baqarah ayat ke 30 yang artinya (maap arabnya belum bisa dimasukin ke mari belum tau caranya begimana).

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di Bumi”. Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.”

Dan yak itu udah disebutin banget dari dulu, tapi pencipta kita tau apa yang malaikat yang tidak ketahui. Ke khawatiran mereka akan manusia yang mungkin dapat melakukan kerusakan dan menumpahkan darah karena ada sifat manusia yang bisa memmilih kehendak, yaitu nafsu (iya ga si kalo ga salah gitu).

Why?

Tapi kenapa ya udah tau kita yang jadi sumber masalah tapi kita tetep dipercaya buat nge-running Bumi sampai saat ini. Itu si pertanyaan aku juga, tapi kalau dilihat seharusnya manusia itu baik setidaknya baik untuk mencapai tujuan dia sendiri, entah tujuannya itu akan berdampak buruk ke orang lain atau tidak.

Nah karena manusia punya purposes masing-masing perbedaan purpose ini yang mungkin akan terjadi benturan satu tujuan dan tujuan lain nah makanya bisa timbul masalah. Persepsi baik buruk di luar perkara yang telah ada tuntunan agamanya itu sangat subjektif, misal absurdnya adalah kasus bubur diaduk atau ga diaduk. Sebagian mempunyai tujuan ya bubur itu ga diaduk dan satunya ya bubur itu diaduk. Masing-masing orang kekeuh sama prinsipnya dan akhirnya saling bertentangan. Kurang lebih begitu salah satu masalah yang muncul, tapi ini bukan masalah bubur 😐.

Tapi juga manusia ini selain berpotensi membuat kerusakan dan lainnya yang buruk-buruk, di sisi lain manusia juga bisa loh menusia melakukan kebaikan karena potensi kebaikan dan keburkan itu ada di tangan manusia itu sendiri. Manusia memiliki kemampuan belajar dan berkembang. Nanti muncul pertanyaan Lah terus apa bedanya sama kecerdasan buatan? kan dia juga bisa belajar, jawabannya dia ga bisa berkembang karena ga dikasih ragi jadi ga ngembang (*sound effect, ba dum tss..😅). Iya kecerdasan buatan atau si AI AI itu bisa belajar, tapi dia belajar dari mana kalau bukan dari manusia ya walaupun dia bisa belajar sendiri sekarang, tapi kan belajarnya dari manusia, pokoknya dari manusia dah. Lagi pula manusia itu punya kesadaran dan emosi yang kompleks ini juga pembelajaran yang mana kecerdasan buatan ga bisa.

Kita juga sebagai manusia pasti tau kok kita itu pernah, kadang, atau sering misalnya memberikan dampak negatif ke lingkungan kaya nambahin polusi. Bahkan tindakan manusia selain mengancam planet tempat tinggalnya juga kadang mendorong banyak makhluk lainnya seperti hewan dan tumbuhan ke ambang kepunahan misalnya karena deforestasi, yang mana tadinya mereka di hutan malah ga ada hutannya, yang tadinya kita pagerin rumah karena di tengah hutan karena melindungi diri kita dari merrka, sekarang malah kita yang memagari mereka menjadi kebun binatang (dulu ada gambar illustratsinya tapi udah cari-cari ga ketemu lagi gambarnya diinternet, bingung apa keyword gambarnya, kalau ada nanti dimasukin ke sini).

[Kalau ketemu nanti di sini tempat gambar illustrasinya yang dari hutan jadi kebun binatang]

Terus juga perang dan kekerasan ya kita tau bahkan sampe tulisan ini muncul juga ada beberapa negara masih perang, dan ada juga negara yang masih menjajah penduduk aslinya dan ga ada tobat-tobat itu bocah ya heran juga, organisasi “pajak-Bumi-bangunan” juga melempem amet si heran. But anyway, hal ini masih berlangsung dan terus berlangsung.

Hal lain misal masalah sosial ekonomi yang tidak setara. Kemiskinan, kelaperan, bahkan akses kebutuhan dasar aja masih jomplang yang mengakibatkan kesenjangan besar dan diskriminasi juga dilakukan manusia ke manusia lainnya. Hal ini juga berkaitan dengan ketamakan dan egoisme mereka yang bisa mengarah ke eksploitasi entah ke Bumi atau makhluknya. Banyak dah pokoknya manusia ini.

TAPI, walopun gitu manusia memiliki kemampuan buat do something good di Bumi. Kita diberikan akal dan nafsu tadi itu tergatung kita pake buat apa, kalau bagus ya keluarannya bisa bagus, iya ga si ges?

Kemampuan manusia untuk memecahkan masalah dan menemukan solusi inovatif selalu kita usahakan. Coba aja dulu ga ada yang namanya hengpon, coba aja denger cerita jaman-jaman orang tua kita atau sebelumnya, kalo mau ngobrol sama orang jauh aja harus pergi dulu atau berkirim pesan dengan surat yang mana sampainya bisa harian, mingguan, bulanan. Sekarang mau ngobrol dari ujung dunia ke ujung dunia (ibaratnyah) cuma dalam waktu yang singkat bisa dilakukan.

Manusia juga bisa belajar dari kesalahan dan terus berkembang, serta menggunakan kecerdasan dan kreativitas untuk mengatasi tantangan yang ada baik tantangan lokal maupun secara global untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Selanjutnya juga manusia itu kan punya empati sama kasih sayang kepada sesama manusia dan makhluk hidup lainnya, jadi bisa jadi kita itu membangun hubungan yang kuat dan saling mendukung. Menggunakan empati dan kasih sayang untuk menciptakan dunia yang lebih adil dan damai. Ya walaupun seperti utopia, tapi ada yang bertujuan untuk mewujudkannya dong.

Jadi sebenernya itu manusia memang perlu sadar bahwa bisa melakukan hal yang berdampak negatif tetapi dengan kesadaran itu kita bisa menahan dampak negatif tersebut atau bahkan melakukan yang berdampak positif, ya ga ges?

Conclusion

Kayanya kaga ada kesimpulan dari tulisan ngaco ini soal manusia sumber masalah, masih tulisan pertama jadi ngaco udah lama ga nulis panjang absurd begini, jadi butuh pelemasan tangan. Mungkin kedepannya bisa lebih absurd dan sesat. Btw, ini bukan kaya kesimpulan malah, dahlah capek, mau jadi ultramen aja *tsaah…

Ultramen Akulah ultramen - (4)

Sumber gambar

(1) https://fugitives.com/harlan-shepherd-in-atlas-explained-2024-netflix-film/
(2) https://duniaku.idntimes.com/film/marvel/dimas-ramadhan-2/siapa-itu-ultron-versi-mcu-ini-profil-karakternya
(3) https://www.cbr.com/mitchells-vs-machines-subverts-antagonist-redemption-cliche/
(4) https://giphy.com/gifs/ultraman-EkhQKcriTUg6s